Kota Saranjana

By | Mei 29, 2012

Sebuah tugu pertama yang ada di Kotabaru. Sebuah patung berbentuk manusia yang berdiri di batang pohon dengan patung ikan Todak di belakangnya. Di bawah akar batang pohon terdapat lukisan yang menggambarkan kehidupan tempo dulu di pulau Halimun ini. Karena letaknya yang strategis yaitu dijantung kota. Hampir semua masyarakat Kotabaru mengenal tugu ini. Tugu ini menghadap lautan luas di depannya. Dan di belakannya terlihat pegunungan yang amat indah. Sesuai lagunya, Kotabaru gunungnya bamega. Bamega artinya banyak. Walau hanya pulau kecil, pulau Halimun mempunyai banyak gunung.

Seperti di tempat lain hal-hal yang berbau mistis selalu ada. Dari Tanjung Dewa yang merupakan wilayah kekuasaan raja Ikan Todak sampai kota Saranjana yang dikenal sebagai kota dunia lain. Walau kota Saranjana tidak nampak keberadaannya tetap diyakini oleh masyarakat Kotabaru. Konon kabarnya jika seseorang yang pertama kali ke Kotabaru dan berniat tidak baik dia akan tersesat dan sampai akhirnya berada di Kota Saranjana. Kota Saranjana berpenampilan seperti kota di jaman kerajaan dulu. Orangnya ramah, dan gadis di sana cantik cantik. Jika beruntung orang yang terjebak di kota Saranjana akan kembali ke dunia nyata. Terdampar di sebuah hutan belantara. Mereka akan bingung karena kota Saranjana amat nampak seperti nyata. Dan ada juga yang terjebak selamanya di sana. Kadang yang selamat mengalami linglung(tidak ingat apa-apa). Itulah cerita yang saya dengar dari mulut ke mulut.

0 thoughts on “Kota Saranjana

      1. jayputra9 Post author

        sy yg jawab y kang!
        sebenarnya saranjana itu tdk sekedar mitos. bukti-bukti keberadaannya memang ada.

        Reply
  1. hadry

    saranjana ya…
    kebetulan aku kerja di perkebunan kelapa sawit tg.seloka
    kurang lebih 5km dari saranjana kalo lewat pantai…
    menurut penduduk setempat ( mayoritas suku mandar ) saranjana arti sarang elang
    aku biasa mancing di muara sungai saranjana tepat di kaki gunung saranjana nya… ( ikan nya banyak bro )
    walau hanya di kaki gunung nya hawa mistis amat sangat terasa begitu kental
    hati hati bila bawa makanan kesana ( harus menyisihkan sedikit ) kejadian nyata di alami seorang teman yang ga mau menyisihkan makanan disana
    di saat kami pergi mancing dg menggunakan lepa-lepa ( kano ) dg sombong nya dia menantang para penghuni saranjana dan mengejek kami yang percaya dg takhyul,dan tidak menunggu hitungan menit lepa-lepa yang kami tumpangi langsung tenggelam padahal laut lagi tenang…
    keanehan yg terjadi hanya peralatan milik teman tadi raib termasuk bekal nya
    sementara milik kami utuh bahkan masih kering…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *