Sejarah Kotabaru

By | Mei 28, 2012

Alangkah baiknya jika seseorang mengetahui sejarah tempat dia dilahirkan. Baik itu di luar logika maupun tidak.

Saya dilahirkan disebuah tempat yang indah akan panoromanya, melimpah sumber dayanya, kaya akan sejarahnya.

Berada di ujung Borneo bagian selatan. Bernamakan unik, yaitu Kotabaru dan merupakan kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu sekaligus kabupaten terbesar di Kalsel. Beribukotakan di Pulau Halimun yang sering di kenal sebagai Pulau Laut. Berlambangkan ikan todak dan memiliki motto Sa-ijaan yang artinya semufakat, satu hati dan se-iya sekata.

Datu Mabrur adalah seseorang yang berperan dalam munculnya pulau Halimun. Datu Mabrur bersemedi di atas batu karang yang muncul di tengah lautan luas. Datu Mabrur di kenal kesaktiannya. Hanya berlapiskan sehelai kain, dan menerima terpaan angin, serta berminumkan air embun Datu Mabrur bersemedi di sana dengan waktu lama. Semedi yang dilakukan Datu Mabrur membuat lautan bergejolak, sehingga penghuni laut marah. Raja Ikan Todak yang berkuasa di lautan itu menyerang Datu Mabrur bersama pasukannya. Keluar dari permukaan laut dan melompat ke arah Datu Mabrur. Tetapi, semua serangan mereka dapat dihindari Datu Mabrur dengan mudah. Sampai akhirnya Raja Ikan Todak terjepit disebuah karang. Datu Mabrur meminta maaf karena samedinya telah menggangu kehidupan dilaut. Datu Mabrur menolong Raja Ikan Todak dan melepaskanya ke lautan. Raja Ikan Todak dan pasukannya menghilang ke dasar laut sehingga lautan nampak hening. Tiba-tiba dari dalam laut Datu Mabrur mendengar suara bergemakan Sai-ijaan. Terlihat olehnya Raja Ikan Todak bersama pasukan mendorong daratan ke permukaan laut. Dan Munculah pulau Halimun sebagai balas budi Raja Ikan Todak kepada Datu Mabrur sekaligus untuk mewujudkan keinginan Datu Mabrur mempunyai tempat tinggal buat keturunannya nanti.

Demikian hikayat yang saya ketahui dan diceritakan berdasarkan gaya bahasa saya sendiri.

0 thoughts on “Sejarah Kotabaru

  1. makhluklemah

    Wah ketemu blog orang banjar nih. haha sama aja kita na. salam dari orang pelaihari. 🙂

    hanyar tahu na sejarahnya kayaitu na.

    Reply
    1. jayputra9 Post author

      Sanang hati katamu urang sabanua. Terimakasih sudah bailang di blog ini. Anggap rumah surang, ma’af kada harat nangkaya angit urang, maklum blogger hanyar.

      Lawas kada kasana, jadi handak tulak ke Pelaihari… pasti kada kalah wan di kuta.

      Reply
    1. jayputra9 Post author

      Itu tugu untuk mengenang Datu Mabrur. Kurang jelas ya… Nanti bakalan diphoto lebih dekat lagi.

      Reply
    1. jayputra9 Post author

      Senangnya dipuji ama mbak Yisha. Terimakasih terimakasih.

      Harus cari kali yang bersih nih buat ceplungi diri sendiri karena terlalu gembiranya. (Kasihan gak pernah dipuji)

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *