Tragedi Besar Awal dari Sang Mentari Hitam

By | Juni 29, 2012

Tidak selamanya dunia kan gelap. Ada saatnya sang mentari bangun dari lelap. Berawal dari sinar redup, terang, dan kembali redup. Semuanya bermain dengan bertahap. Malam, pagi, siang dan sore. Begitupun dengan kehidupan manusia ada disaat dia sedih maupun senang. Masa lalunya akan bisa menentukan masa depannya. Negatif ataupun positif itu tergantung dari pemikirannya. Pemicunya pun beragam. Tekad, keinginan, cita-cita, hobi, kebiasaan, sampai dendam dan masih banyak yang lainnya.

Awal kisah. Diceritakan seorang bayi perempuan sengaja dilempar dari mobil oleh ibunya atas perintah suaminya yang berada di sampingnya. Bayi itu jatuh tepat di aliran sungai. Sedangkan mobil itu oleng karena ayah bayi itu tidak bisa mengendalikan kecepatannya mobilnya akibat remnya tidak berfungsi. Di depan mobil itu sebuah mobil tanki pembawa bahan bakar minyak berhenti untuk mengisi bahan bakar sebuah mobil mewah yang kehabisan bahan bakar di sampingnya. Jalan yang amat panjang dan hanya dapat menampung dua mobil di bagian lebarnya seketika jalan itu penuh. Tabrakan tak terelakan, ledakan besar tercipta. Awan hitampun menghiasi langit biru.

Bagaimana dengan nasib bayi perempuan itu?, sebelum ledakan, disaat bayi itu tercebur ke dalam sungai yang tenang. Seorang pria yang sedang memancing melihat kejadian itu. Tanpa pikir panjang pria itu menceburkan diri ke dalam sungai dan menolong bayi kecil itu. Pria itu membawa bayi itu ke tepi sungai dan meletakannya di darat di dekat pohon besar. Bermaksud meninggalkan bayi itu sebentar untuk mengambil alat pancingnya. Saat pria itu kembali dan berlari ke arah bayi itu, ledakan besar tersebut muncul. Walau pusat ledakan cukup jauh dampak dari ledakan itu sampai ke tempat pria itu. Serpihan kaca mobil dari ledakan itu tepat terlempar ke arah jantung pria itu di ikuti serpihan yang lainnya yang berterbangan di sekitar ledakan. Sedangkan bayi kecil itu terlindungi oleh pohon besar yang berada di dekatnya. Dan bayi kecil itu adalah satu-satunya yang selamat dari tragedi besar itu.

0 thoughts on “Tragedi Besar Awal dari Sang Mentari Hitam

    1. jayputra9 Post author

      kebetulan tra mengarang sendiri ceritanya, teringat kenangan saat kecil. tra mendapatkan tugas buat karangan cerita oleh bu guru kelas 5 sd.

      Reply
        1. jayputra9 Post author

          lanjutkan. semoga tra bisa buat lanjutan ceritanya. Amin. kadang tra agak malas, tapi akan di usahain.

          Reply
        1. jayputra9 Post author

          cumakatakata suka y cerita fiksi tra, padahal tra gak bakat buatnya, cuma belajar sedikit dari Rurimadani.tra senang, nanti akan buat lagi lanjutannya.

          Reply
      1. zasseka

        Aku aja pas kemarin baca juga gitu…
        loh kok isinya hampir mirip yah..
        tapi punya kisah yang beda… 🙂
        BTW…, mantap lah!!

        Reply
    1. jayputra9 Post author

      tra buat sendiri ceritanya, nanti akan tra buat yang lebih keren lagi untuk cerita selanjutnya.

      Reply
  1. cumakatakata

    sebenarnya saya punya pertanyaan buat Tra, tapi pertanyaan tu udah di tanyakan berkali2 di komen diatas, jadi gak jadi tanya…..

    keren Tra…. buat cerita lagi….. tapi saya gak usah dimasukin yaaa… tar kena pecahan kaca juga lagi…..

    Reply
    1. jayputra9 Post author

      nanti akan buat lanjutannya. ceritanya terlalu sadis, bahaya buat kak cumakatakata jika masuk dalam cerita.

      Reply
  2. rurimadani12

    “Serpihan kaca mobil dari ledakan itu tepat terlempar ke arah jantung pria itu di ikuti serpihan yang lainnya yang berterbangan di sekitar ledakan.” << kak ini kok kasiaan orangnya T.T

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *